alan_smithee
12-25-2002, 08:46
Jerman Kamis lalu diguncang oleh sebuah kasus pembunuhan dan kanibalisme. Armin M., 41, memasang iklan di internet bahwa dirinya mencari seseorang berpostur bagus yang bersedia dibunuh dan dimakan. Setelah mendapatkan jawaban, pria yang berprofesi sebagai teknisi komputer di Rotenburg, dekat Kassel, itu pun melakukan perbuatan sadis tersebut. Menurut koran Bild, orang yang menjawab iklan itu adalah Bernd Juergen B., 42, seorang teknisi Siemens berperawakan kurus. Juergen menjual mobilnya, lalu pamit kepada bosnya untuk sebuah urusan pribadi.
Juergen kemudian mendatangi tersangka di Rotenburg Maret lalu. Menurut jaksa Hans-Manfred Jung, kedua orang yang sama-sama homoseksual dan kanibalistik itu setuju memotong penis Juergen dan menggorengnya untuk dimakan. Setelah itu, Armin menusuk tenggorokan Juergen, memotong-motong tubuhnya, dan menyimpan sebagian di dalam kulkas untuk dimakan belakangan. Sementara itu, sisanya dikubur. Bukan hanya itu. Armin juga merekam seluruh proses mengerikan tersebut. Setelah itu, dia kembali beriklan di internet dan mendapatkan respons dari lima orang. Melalui iklan itulah, polisi mulai mengungkap kasus tersebut.
Ketika mendatangi rumah Armin, polisi menemukan daging manusia, tulang, beberapa bagian tubuh, dan 50 kaset video. Kamis lalu, tim forensik juga masih melakukan penggalian di kebun Armin untuk melihat apakah ada korban lain. Walaupun yang dilakukan Armin terbilang sangat sadis, para tetangganya menggambarkan pria itu sebagai orang yang selalu siap membantu dan bersahabat. "Dia selalu baik, sopan, dan tampak patuh," ungkap para tetangga.
Yang menarik, meski pelaku pembunuhan terancam hukuman mati di Jerman, pembunuhan yang dilakukan atas permintaan korban hanya diancam maksimal lima tahun penjara. Karena itulah, para ahli mencoba membuktikan mengapa para korban mau dibunuh dan dimakan. Armin sendiri, menurut polisi, sudah mengakui perbuatannya itu. Kali terakhir kasus kanibalisme melanda Jerman pada 1995. Saat itu, seorang pria berusia 33 tahun mengklaim dalam sidang perampokan dan pembunuhannya bahwa dia memakan organ dalam korbannya.
Juergen kemudian mendatangi tersangka di Rotenburg Maret lalu. Menurut jaksa Hans-Manfred Jung, kedua orang yang sama-sama homoseksual dan kanibalistik itu setuju memotong penis Juergen dan menggorengnya untuk dimakan. Setelah itu, Armin menusuk tenggorokan Juergen, memotong-motong tubuhnya, dan menyimpan sebagian di dalam kulkas untuk dimakan belakangan. Sementara itu, sisanya dikubur. Bukan hanya itu. Armin juga merekam seluruh proses mengerikan tersebut. Setelah itu, dia kembali beriklan di internet dan mendapatkan respons dari lima orang. Melalui iklan itulah, polisi mulai mengungkap kasus tersebut.
Ketika mendatangi rumah Armin, polisi menemukan daging manusia, tulang, beberapa bagian tubuh, dan 50 kaset video. Kamis lalu, tim forensik juga masih melakukan penggalian di kebun Armin untuk melihat apakah ada korban lain. Walaupun yang dilakukan Armin terbilang sangat sadis, para tetangganya menggambarkan pria itu sebagai orang yang selalu siap membantu dan bersahabat. "Dia selalu baik, sopan, dan tampak patuh," ungkap para tetangga.
Yang menarik, meski pelaku pembunuhan terancam hukuman mati di Jerman, pembunuhan yang dilakukan atas permintaan korban hanya diancam maksimal lima tahun penjara. Karena itulah, para ahli mencoba membuktikan mengapa para korban mau dibunuh dan dimakan. Armin sendiri, menurut polisi, sudah mengakui perbuatannya itu. Kali terakhir kasus kanibalisme melanda Jerman pada 1995. Saat itu, seorang pria berusia 33 tahun mengklaim dalam sidang perampokan dan pembunuhannya bahwa dia memakan organ dalam korbannya.