View Full Version : Pemberontakan PKI Madiun
indokom
February 14, 2004, 23:48
Gue baca "Cerita dari Blora"-nya Pramoedya Ananta Toer, disitu ada cerita yang settingnya tentang pemberontakan PKI di madiun.
yang katanya PKI Madiun lebih ganas dari G30S/PKI, orang-orang dikumpulin di alun-alun sama tentara merah (PKI) terus disembelih satu-satu.ada juga yang dimasukan sumur segala macem.
malahan pas tentara siliwangi masuk ke Madiun buat membasmi pemberontakan menjumpai ruangan tempat pembantaian yang lantainya tergenang darah sampe-sampe
mata kaki terendam!!!!pokoknya cerita tentang kekejaman malam G30S/PKI itu gak ada apa-apanya dibanding madiun.
Tadi juga gue baca artikel dari begawan tentang G-30-S/PKI yang katanya masih kontroversi siapa pelakunya, tapi gue rasa dilihat dari modus operandinya, udah gak salah PKI itu pelakunya, setidak-tidaknya pelaksana teknisnya, abis
PKI kayaknya demen banget sama darah manusia, Vampire aja gak gitu-gitu amat deh....
Kocu
February 16, 2004, 17:50
Kakek gue korban PKI madiun jauh sebelum PKI memberontak secara resmi, beliau polisi, dicegat di tengah jembatan, lalu ditembak kepalanya, lalu dibuang di sungai madiun,
tapi gue nggak dendam kok ama keluarga ex PKI, tapi yang penting komunis jangan sampai muncul lagi di bumi persada ini Amin
bon8nk
February 18, 2004, 07:22
Originally posted by indokom
Tadi juga gue baca artikel dari begawan tentang G-30-S/PKI yang katanya masih kontroversi siapa pelakunya ...,
mungkin kontroversinya di sini nih ...., (gw ambil dari 'Van der Plas Connection')
(1). Penculikan Dan Pembunuhan.
Pada tanggal 1 Oktober 1965, terjadi gerakan militer yg menamakan diri G30S, menculik dan membunuh 7 orang Jendral dan seorang lolos Jend. Nasution karena keliru dengan Let. Tendean. Para jendral tersebut adalah anggauta Tim Pengusut MBAD yang ditugasi mengusut - kriminalitas terorganisasi -yang terjadi di Jawa Tengah dalam penggal kedua tahun 50-an .Mereka adalah Mayjen.Soeprapto ketua Tim dan anggauta Mayjen S.Parman, Majen.Harjono MT., Brigjen.Soetojo Siswomihardjo dan Brigjen Pandjaitan dan yang diluar Tim, Letjen A.Yani Men.Pangad .
Drama berdarah subuh tgl. 1 Oktober 1965 yang traumatik, membuka jaringan mega konspirasi yang menelan korban rakyat besar sekali, komunis maupun non komunis dalam abad ini di Indonesia karena adanya interaksi konflik internal dengan kekuatan-kekuatan besar eksternal.
(2). Dewan Revolusi.
Disusul kemudian dengan pembentukan Dewan Revolusi yang diketuai oleh Letkol Untung, dengan anggauta baik sipil maupun militer, a.l. tokoh yang menonjol ialah Dr.Soebandrio, Waperdam I (Wakil Perdana Menteri), orang kedua sesudah Bung Karno, Mayjen Amir Mahmud, Pang Kodam Jaya, Brigjen Soepardjo, Panglima Komando Tempur II Kalimantan Barat.
Apabila diikuti dengan cermat peristiwanya, ternyata yang mengeluarkan pernyataan mendukung Dewan Revolusi secara spontan dan vokal waktu itu, hanyalah Utomo Ramelan, Walikota Solo, sedangkan dari CDB (Comite Daerah Besar) PKI tidak ada yang mengeluarkan pernyataan seperti itu. Ini bukan peristiwa yang kebetulan, tetapi jelas ada merekayasa dibalik semua itu..
(3). Para Pelaku Utama.
Para pelaku utama G 30 S adalah :
Letkol Untung - Komandan Batalion Pasukan Kawal Presiden Cakra Birawa.
Kol.Latief - Komandan Brigade Infantri Kodam Jaya Brigjen Soepardjo - Panglima Komando Tempur II Kalbar dalam rangka Ganyang Malaysia Sam Kamaruszaman - Kepala Biro Khusus CC PKI.
Keempat pelaku utama tersebut berorientasi dan ada hubungan jaringan dengan PKI, sebagai suatu hasil binaan dan infiltrasi komunis kedalam AD.
bon8nk
February 18, 2004, 07:30
(4). Hubungan Dekat Dengan Jend. Soeharto.
Dengan Jendral Suharto keempat pelaku utama tsb. juga mempunyai hubungan erat sejak dulu :
Letkol Untung - adalah mantan anak buah, sebagai komandan kompinya di Solo. Dia dikawinkan oleh Suharto, dan merasa berhutang budi serta memandangnya sebagai orang tua sendiri yang dihormati dan dipatuhi, hubunganya baik dan erat.
Kol.Latief adalah mantan anak buah di Yogya yang sefaham dan sehaluan, berpangkat mayor. pada tanggal 30 September 1965, tengah malam sekitar jam 23.00, dia datang menemui Suharto di R.S. Gatot Subroto, setelah gagal menemuinya dirumah.
Pertemuan ini oleh Soeharto dinyatakan seolah-olah Latief akan membunuhdiri Soeharto, padahal Latief datang ke Rumah Sakit itu, untuk menyampakan berita penting tentang rencana pelaksanaan, G30S yang akan dimulai jam 04.00 tanggal 1 Oktober 1965, besok paginya.
Sebenarnya rencana gerakan militer tersebut, telah dibicarakan pada tanggal 28 September 1965 dirumah Soeharto, di Menteng, Jakarta hanya hari dan jam gerakan belum dibicarakan, masih perlu dikoordinasikan pada waktu itu dengan kesatuan lainya.
Latief bersama istri dan seorang perwira lain dari Solo bersama istri berkunjung kerumah kediaman Soeharto untuk menyamarkan maksud pertemuan yang sebenarnya, yaitu untuk membicarakan penyingkiran para jendral anggauta Tim Pengusut MBAD.
Dengan hadirnya para istri justru kelihatan jelas betapa eratnya hubunngan mereka itu, sekaligus membantah pernyataan Soeharto, bahwa Latief datang ke Rumah Sakit itu akan membunuh diri Soeharto.
3. Brigjen Soepardjo - Panglima Komando Tempur II Kalimantan Barat, mantan ajudan jendral Roekman (komunis) Soepardjo adalah akrab dan sehaluan dengan Soeharto.
4. Sam Kamaruszaman,adalah kader PARTAI SOSIALIS di Pathuk Yogya, sewaktu PKI Murba dan PSI masih berada dalam satu wadah.partai tersebut. Sedangkan Soeharto juga menjadi salah seorang kader juga, keduanya adalah dari satu kandang, jadi bukan orang lain satu dengan yang lain.
Ditilik dari kapasitas dan otoritasnya,urut-urutan nama anggauta Dewan Revolusi tersebut. seharusnya dibalik, salah satu tanda jelas adanya konspirasi dan rekayasa gerakan tersebut
bon8nk
February 18, 2004, 07:31
(6). Tim Pengusut MBAD
Adanya kriminalitas terorganisasi tersebut akhirnya sampai ditangan Jendral Nasution Menteri Pertahanan / Ketua PARAN (Badan Pemberantasan Korupsi dan Kejahatan Aparat Negara). Atas laporan dari Kepala Staf Divisi Diponegoro Kol.Pranoto Reksosamodra dan Letkol. Soenarjo, komandan CPM Jawa Tengah yang mendeteksi dan mengamati kejahatan tersebut. ( Letkol Sunaryo kemudian diangkat menjadi Jaksa Agung Muda).
Jendral Nasution memerintahkan agar kejahataan tersebut diusut, yang dilakukan oleh Tim Pengusut MBAD, terdiri dari Majen Soeprapto deputi Pangad sebagai ketua, dengan anggauta Majen.S.Parman, Majen Harjono MT, Brigjen Soetojo dan Brigjen Panjaitan.
Dengan teliti dan kerja keras, dengan didukung bukti-bukti yang sah akhirnya Tim berkesimpulan, bahwa terhadap para pelaku, harus diambil tindakan. Pertama Kol.Soeharto yang menjadi b i a n g nya harus dipecat dari kadudukanya selaku Panglima Divisi Diponegoro, dan kedua mereka yang terlibat diajukan ke depan Pengadilan.
Keputusan yang diambil atasan adalah, memecat Kol.Soeharto sebagai Panglima Divisi Diponegoro, tetapi tidak diajukan kedepan pengadilan.Kol.Soeharto kemudian dipindah ke Jakarta tanpa jabatan. Sedang Tik Liong diusut oleh Kejaksaan Negri Semarang atas printah Jaksa Tinggi Jawa Tengah Mr.Imam Bardjo yang kemudian ternyata meninggal secara misterius.
bon8nk
February 18, 2004, 07:34
seharusnya yg ini dulu ... baru yg diatas :hehe
(5). Kriminalitas terorganisasi.
Dalam penggal kedua tahun 50-an, di Jawa Tengah berpusat di Semarang, terjadi - kejahatan terorganisasi - (organize crime) berupa penyelundupan besar-besaran,penggelapan barang-barang milik perusahaan negara, manipulasi dump kendaraan bermotor milik Divisi Diponegoro dan pungutan liar atas barang-barang kebutuhan rakyat. (Pungli terkenal tahun 70-an di Jawa Tengah sudah bejalan 20 tahun lebih dulu). Para pelakunya terdiri dari oknum-oknum militer dan sipil,terorganisasi baik seperti galibnya organisasi GANGSTER. Pelaksana utamanya a.l. adalah Liem Siu Liong, Thee Kian Seng (Bob Hasan), Tik Liong (Sutikno - pedagang besi tua). Baru-baru ini bahkan Bob Hasan dengan bangga berceritera di depan wartawan.tentang hal tersebut .Sedangkan b i a n g dari kejahatan terorganisasi tersebut tidak lain adalah Kol.Soeharto, Panglima Divisi Diponegoro waktu itu..
0600661160
February 18, 2004, 09:46
hue...
kayana da jelas de sejarah dinegara kita itu di gelapin sama orang yang namana suharto
heuhe......
battousai
February 18, 2004, 14:58
ah gak juga. Wong dulu gw sempet baca, alesan org PKI gak ngincer pak harto karena 'dia itu bekas sersan KNIL, otaknya di dengkul'...tapi ternyata gak seperti itu kan?hehehe...
0600661160
February 18, 2004, 16:26
setau g ya suharto itu emang pinter koq
tapi setau g en gosep2 yang g denger ya dia itu boneka amerika kan dulu amerika gak suka sama sukarno
Padawan
February 18, 2004, 22:52
dia digunakan amerika atau sebaliknya, dia memanfaatkan ketidaksukaan amerika thd sukarno?
bon8nk
February 19, 2004, 01:02
Originally posted by Padawan
dia digunakan amerika atau sebaliknya, dia memanfaatkan ketidaksukaan amerika thd sukarno?
sama2 menggunakan ... sama2 menguntungkan wan.
bon8nk
February 19, 2004, 01:02
(7). Sumpah Kolonel. Soeharto.
Dengan pemecatan dirinya sebagai Panglima Divisi Diponegoro tersebut, Kolonel. Soeharto sangat marah dan dendam, bersumpah untuk membuat perhitungan dan akan menghabisi, mereka-mereka yang membuat dirinya celaka. Mereka itu tidak lain adalah para perwira anggauta Tim Pengusut MBAD, dan penanda tangan Surat Keputusan Pemecatan Panglima Divisi Diponegoro yang tidak lain adalah Panglima Tertinggi / Presiden Soekarno
(8) Pembantaian Anggauta Tim Pengusut MBAD.
Dengan terjadinya drama berdarah subuh 1 Oktober 1965, ternyata seluruh anggauta Tim Pengusut MBAD yaitu, Jendral-jendral Soeprapto, S.Parman, Harjono MT, Soetojo dan Panjaitan, dibantai habis, dengan tambahan Men Pangad Letnan Jendral A.Yani. Peristiwa tersebut menggocangkan Indonesia.dengan hebat, suatu kondisi awal yang diperlukan untuk mengantar penggulingan Presiden Soekarno melalui G30S oleh Van der Plas connection.
bon8nk
February 19, 2004, 01:04
(9). Supersemar.
Drama berdarah 1 Oktober tersebut beberapa bulan kemudian disusul dengan pengepungan istana oleh pasukan gelap (tg. 11 Maret 1966-berdasar pengakuan sendiri yang disiarkan dipimpin oleh seorang perwira tinggi Kostrad), Presiden Soekarno waktu itu sedang memimpin Sidang Kabinet, mendapat laporan bahwa istana dikepung pasukan gelap, segera pimpinan sidang dialihkan kepada Waperdam III Dr.Leimena dan Presiden Soekarno kemudian segera meninggalkan istana dan terbang ke Bogor, diikuti oleh Soebandrio Sikap Bung Karno ini berbeda dengan tatkala menghadapi peristiwa 17 Oktober 1952 (waktu istana ditodong meriam yang beliau langsung menghadapinya sendiri).
Jendral Soeharto, mengetahui bahwa Presiden Soekarno ke Bogor, segera mengirim tiga orang perwira, yaitu Jendral Basuki Rachmat, Yusuf dan Amir Machmud untuk menusul ke Bogor dengan dibekali pesan untuk Presiden Soekarno.
Pesannya adalah - apabila ingin terjamin keselamatan pribadi dan keluarganya serta jalannya pemerintahan, agar Presiden Soekarno memberikan mandat kepada jendral Soeharto untuk dapat mengambil tindakan yang perlu guna menyelenggarakan jaminan ketertiban dan keamanan tersebut .Jika tidak diberi mandat tersebut, Jendral Soeharto tidak sanggup dan tidak bertanggung jawab jika terjadi kekalutan. dan kekacauan yang lebih besar-, meskipun sudah diangkat menjadi MenPangad.
Presiden Soekarno dihadapkan pada tuntutan demikian itu tidak dapat melihat celah lagi untuk menghindar dan sudah terperangkap, sehingga tidak ada jalan lain selain memberikan Supersemar yang terkenal itu. Secara de facto Presiden Soekarno telah dilucuti kekuasaanya Memang jendral Soeharto berinterpretasi seperti itu, maka dengan Supersemar tersebut pada tanggal 12 Maret 1966 PKI dibubarkan. Adapun ertanggungan jawab Presiden Soekarno dengan Nawaksara di MPRS hanyalah peristiwa seremonial belaka.
Dengan dibantainya para jendral anggauta Tim Pengusut MBAD yang terdiri dari Majen Soeprapto, Majen Sparman, Majen Harjono MT, Brigjen Soetojo Siswomihardjo dan Brigjen Panjaitan dan masih ditambah dengan Letjen AYani serta dilucutinya kekuasaan Presiden Soekarno, telah lengkap dan tuntas terlaksana, sumpah Kol.Soeharto yang diucapkan tahun 1957 .
0600661160
February 19, 2004, 05:21
supersemar itu kan yang paling aneh menurut g dari segala sejarah di bangsa kita
Hamlet
February 20, 2004, 04:28
Surat sakti yang gak pernah ditemukan kembali yah :haha
Emang jangan2 gak ada tuh surat, akal2an Soeharto aja :D
Kocu
February 23, 2004, 18:29
Yang saya tahu sih Soeharto itu sahabatnya Letkol Untung waktu sama-sama di Semarang/ Banteng Raiders (Diponegoro) wong dia khan ngomong sendiri di filmnya Pemberontakan G 30 S/PKI (soalnya saya beli film itu buat kenang-kenangan sejarah Indonesia meskipun slendro), tapi kalo surat sakti sih terus bermunculan sampai sekarang meskipun nggak sepenting Supersemar (yang hilang?)
mumbojumbo
February 24, 2004, 15:59
gue sech masi ragu dengan sejarah2 PKI
kalo gue jadi elo2 semua
gue mao liat bgm keadaan dunia di luar indo waktu itu
baru kedalam
kalo dari dalam ke luar sech
agak sulit
kova
April 08, 2004, 19:43
Bahan referensi lain untuk Pemberontakan PKI Madiun yang didalangi MUSO bisa juga dibaca dari buku "Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan" .. :) :)
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2009, Jelsoft Enterprises Ltd.