DeathBrain
01-31-2003, 09:56
Asap Putih Keluar Dari Knalpot
Prinsipnya asap berwarna putih terjadi akibat oli mesin yang ikut terbakar, itu bisa terjadi karena adanya celah dan mungkin terjadi di 2 tempat, ring piston atau katup/valve. disarankan untuk ke bengkel dan dilihat lebih detail lagi bagian mana yang harus diganti.
Seharusnya di atas 10 km/l, tetapi coba perbaiki problem di atas
terlebih dahulu kemudian coba diukur lagi.
Setiap oli mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga life
timenya pun bisa jadi berbeda, apabila mobil jarang dipakai di
sarankan pemakaian oli jangan lebih dari 6 bulan.
Kopling getar
Sekilas sulit menentukan penyakit ini, getaran di mobil kemungkinan karena Fly Wheel alias Roda gila, bisa hanya di sekitar yg mengenai permukaan kopling (disc clutch)atau bagian lain. Apabila cukup parah olengnya maka tidak memungkinkan penyakit itu hilang hanya dibubut saja tetapi harus diganti. Faktor lain apakah pembubutan juga bisa menghasilkan permukaan yang rata ? cek juga plat kopling..
Tombol Transmisi otomatis tidak berfungsi
Coba kurangi Oli transmisi sampai batas normal, kemungkinan terjadi kelebihan oli sehingga sistem mekanika fluida tidak berjalan normal. Kelebihan oli transmisi mengakibatkan tidak membukanya aliran oli ke katup sehingga perpindahan gigi otomatis tidak berjalan normal.
Mesin dingin, irit atau boros bahan bakar?
Thermostat adalah alat merangkap indikator yang bekerja membuka /menutup valve air pendingin sehingga suhu di sekitar ruang mesin terkontrol. Apabila Thermostat ini dilepas maka air pendingan akan mengalir lancar sehingga mengakibatkan suhu menjadi "lebih dingin" dari kondisi sebelumnya. Suhu kerja normal mesin yang harus dialah sekitar 80 - 92 C, apabila suhu ini tidak tercapai maka seleniod di karburator akan terus membuka untuk membantu pembakaran sehingga tercapai suhu tsb. Seleniod adalah alat untuk mengatur konsumsi bahan bakar sehingga apabila mesin "lebih dingin" dibanding suhu normal bisa dipastikan konsumsi bahan bakar akan meningkat
Apabila kita melakukan tune up kendaraan seharusnya busi yang harus menyesuaikan "setelan" kendaraan kita, apabila kita memilih spare parts untuk sistem pembakaran kita sesuai dengan busi kita maka performa yg dihasilkan akan bagus pula sehingga kesimpulannya, busi bukan satu satunya spare parts yg menentukan performa kendaraan, kita harus melihat kwalitas / faktor pendukung lain misal Bahan bakar (termasuk penyetelan Karburator/injector),kabel busi, coil/ignitor, distributor, CDI Unit.
Pemakaian Extra Power Regulator seperti Fuel Max, ASPIRA Power Ion dll akan meningkatakan kualitas bahan bakar kita karena alat ini bekerja untuk mengaktifkan ion-ion dalan bahan bakar sehingga pembakaran lebih sempurna. Di Indonesia, faktor bahan bakar bisa menjadi sumber kerusakan kendaraan kita mengingat kualitas Bahan Bakar yang rendah juga ditambah dengan kecurangan2 yang mungkin saja bisa terjadi di SPBU-SPBU dengan mencampurkan bahan lain sehingga bisa "agak" senyawa dengan bahan bakar. Kualitas bahan bakar yang rendah akan mengakibatkan kendaraan kita mengalami Gejala ngelitik (Knocking), Emisi gas buang tinggi, konsumsi bahan bakar meningkat, kurang Tenaga, penumpukan Kerak carbon sisa pembakaran Pada Ruang Bakar dan Piston.
Tetapi boros tidaknya konsumsi bahan bakar kita, faktor penentu yg terkahir adalah kaki kita sendiri...:hehe
Prinsipnya asap berwarna putih terjadi akibat oli mesin yang ikut terbakar, itu bisa terjadi karena adanya celah dan mungkin terjadi di 2 tempat, ring piston atau katup/valve. disarankan untuk ke bengkel dan dilihat lebih detail lagi bagian mana yang harus diganti.
Seharusnya di atas 10 km/l, tetapi coba perbaiki problem di atas
terlebih dahulu kemudian coba diukur lagi.
Setiap oli mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga life
timenya pun bisa jadi berbeda, apabila mobil jarang dipakai di
sarankan pemakaian oli jangan lebih dari 6 bulan.
Kopling getar
Sekilas sulit menentukan penyakit ini, getaran di mobil kemungkinan karena Fly Wheel alias Roda gila, bisa hanya di sekitar yg mengenai permukaan kopling (disc clutch)atau bagian lain. Apabila cukup parah olengnya maka tidak memungkinkan penyakit itu hilang hanya dibubut saja tetapi harus diganti. Faktor lain apakah pembubutan juga bisa menghasilkan permukaan yang rata ? cek juga plat kopling..
Tombol Transmisi otomatis tidak berfungsi
Coba kurangi Oli transmisi sampai batas normal, kemungkinan terjadi kelebihan oli sehingga sistem mekanika fluida tidak berjalan normal. Kelebihan oli transmisi mengakibatkan tidak membukanya aliran oli ke katup sehingga perpindahan gigi otomatis tidak berjalan normal.
Mesin dingin, irit atau boros bahan bakar?
Thermostat adalah alat merangkap indikator yang bekerja membuka /menutup valve air pendingin sehingga suhu di sekitar ruang mesin terkontrol. Apabila Thermostat ini dilepas maka air pendingan akan mengalir lancar sehingga mengakibatkan suhu menjadi "lebih dingin" dari kondisi sebelumnya. Suhu kerja normal mesin yang harus dialah sekitar 80 - 92 C, apabila suhu ini tidak tercapai maka seleniod di karburator akan terus membuka untuk membantu pembakaran sehingga tercapai suhu tsb. Seleniod adalah alat untuk mengatur konsumsi bahan bakar sehingga apabila mesin "lebih dingin" dibanding suhu normal bisa dipastikan konsumsi bahan bakar akan meningkat
Apabila kita melakukan tune up kendaraan seharusnya busi yang harus menyesuaikan "setelan" kendaraan kita, apabila kita memilih spare parts untuk sistem pembakaran kita sesuai dengan busi kita maka performa yg dihasilkan akan bagus pula sehingga kesimpulannya, busi bukan satu satunya spare parts yg menentukan performa kendaraan, kita harus melihat kwalitas / faktor pendukung lain misal Bahan bakar (termasuk penyetelan Karburator/injector),kabel busi, coil/ignitor, distributor, CDI Unit.
Pemakaian Extra Power Regulator seperti Fuel Max, ASPIRA Power Ion dll akan meningkatakan kualitas bahan bakar kita karena alat ini bekerja untuk mengaktifkan ion-ion dalan bahan bakar sehingga pembakaran lebih sempurna. Di Indonesia, faktor bahan bakar bisa menjadi sumber kerusakan kendaraan kita mengingat kualitas Bahan Bakar yang rendah juga ditambah dengan kecurangan2 yang mungkin saja bisa terjadi di SPBU-SPBU dengan mencampurkan bahan lain sehingga bisa "agak" senyawa dengan bahan bakar. Kualitas bahan bakar yang rendah akan mengakibatkan kendaraan kita mengalami Gejala ngelitik (Knocking), Emisi gas buang tinggi, konsumsi bahan bakar meningkat, kurang Tenaga, penumpukan Kerak carbon sisa pembakaran Pada Ruang Bakar dan Piston.
Tetapi boros tidaknya konsumsi bahan bakar kita, faktor penentu yg terkahir adalah kaki kita sendiri...:hehe