View Full Version : kenapa Perguruan tinggi Indo rankingnya rendah di Asia Week







malaikatbaru
March 31, 2003, 12:56
kenapa universitas Indonesia rankingnya rendah di Asia week. kalah sama Singapore, Thailand bahkan mungkin Malaysia.

ITB, UI , UGM..rasanya tinggal kebanggaan masa lalu aja..bisa bisa kalo universitas asing masuk spt Monash Malaysia...PTN bisa kalah kualitasnya

AlfaOmega
March 31, 2003, 14:38
Originally posted by malaikatbaru
kenapa universitas Indonesia rankingnya rendah di Asia week. kalah sama Singapore, Thailand bahkan mungkin Malaysia.

ITB, UI , UGM..rasanya tinggal kebanggaan masa lalu aja..bisa bisa kalo universitas asing masuk spt Monash Malaysia...PTN bisa kalah kualitasnya

Banyak sebabnya. Tapi kita lihat dulu Gimana mereka men skalakan universitas-2 itu. Yang guwe paham, cara mereka menskalakan itu adalah
1. Ratio staff dengan murid
2. Publikasi / Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh 'recognised' jurnal / konferensi.
3. Akreditasi dari jurusan oleh 'recognised' institution. Karena guwe electro, ada IEEE di USA (cek di www.IEEE.org) atau sejenisnya. Ini merupakan standard materi, pengajaran dan mutu yang mereka pacu.
4. Jumlah riset student yang ada
5. Jumlah PhD yang diluluskan setiap tahun
6. keanggotaan pengajar / dosen kepada 'recognised' institution.

Jadi, ya nggak usah kaget :(

ila_cassanova
April 01, 2003, 01:50
yup.... sepakat with alfa....
parameter penilaiannya udah kompleks...

Don Fabio
April 01, 2003, 09:29
Originally posted by alfaromeo


Banyak sebabnya. Tapi kita lihat dulu Gimana mereka men skalakan universitas-2 itu. Yang guwe paham, cara mereka menskalakan itu adalah
1. Ratio staff dengan murid
2. Publikasi / Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh 'recognised' jurnal / konferensi.
3. Akreditasi dari jurusan oleh 'recognised' institution. Karena guwe electro, ada IEEE di USA (cek di www.IEEE.org) atau sejenisnya. Ini merupakan standard materi, pengajaran dan mutu yang mereka pacu.
4. Jumlah riset student yang ada
5. Jumlah PhD yang diluluskan setiap tahun
6. keanggotaan pengajar / dosen kepada 'recognised' institution.

Jadi, ya nggak usah kaget :(

btul banget!!
hal ini sempat merebak di kampus UI, sampai2 ada program QUE untuk ningkatin mutu kampus berdasarkan skala yang disebutkan di atas. Jumlah komputer di setiap jurusan, jumlah dosen pengajar, jumlah fasilitas kelas dan sarananya, sampe hal kecil seperti absensi mahasiswa jadi sangat diperhatikan!!

Lin
April 02, 2003, 01:19
Menurut gw..kul di sg emang bagus sih..
cuma..masa kalah ama Malaysia & Thailand???!?!

Alo3^VoMo3rA^-
April 02, 2003, 01:30
kul di sg lumayan segh tapi tergantung kul apa dulu yg dimasukin.. di sg kul cuman kaga sampe 10 buat exclude privat uni... n majornyah apa dulu...
n sg sg tuh orgnyah kaga dikit n semua org pasti harus masuk salah satu kul dr 10 kul itu.. jadi sainganyah kaya semut banyak bgt....

AlfaOmega
April 02, 2003, 09:16
Originally posted by Lin
Menurut gw..kul di sg emang bagus sih..
cuma..masa kalah ama Malaysia & Thailand???!?!

Originally posted by Lin
Menurut gw..kul di sg emang bagus sih..
cuma..masa kalah ama Malaysia & Thailand???!?!

Saya agak mengetahui tentang Malaysia karna ada teman-2 dari malaysia. Ma'af saja, karna background saya elektro, jadi saya mendasarkan tulisan saya kepada elektro. Oh ya, Malaysia itu bekas jajahan inggris, jadi banyak pelajarnya yang ke inggris.

1. Malaysia banyak sekali mengirim siswa-2 nya ke luar negeri untuk belajar S1 atas beasiswa pemerintah Malaysia. Disamping, ada pula private students. Beasiswa ini sifatnya loan dari pemerintah kepada karya siswa, tapi bukan pinjaman dari bank dunia ato lainnya.

2. Ada pula pelajar yang mengambil tahun pertama di Msia, dan melanjutkan tahun berikutnya ke luar negeri. Ini berarti, kuliah tahun pertama di Malaysia diakui keberadaannya dan tinggal melanjutkan kuliah di luar negeri.

*pengiriman siswa S1 saya jadikan patokan, karena seleksi untuk belajar S1 ke luar negeri lebih bersih dan sedikit KKN.

*Pengiriman pelajar S2/S3 ke luar negeri dari suatu instansi / universitas, indonesia juga banyak mengirim. Tapi, niat nya apa ? Ada yang ingin bisa dapat golongan 4a, bisa jadi ketua jurusan, biar dapat proyek RUT/RUK dan seleksinya biasanya orang-2 yang loyal (nggak harus pintar).

*Ada teman dosen. Si dosen udah mengambil S2 di Indonesia, ke luar negeri untuk belajar S3. tetapi, di suruh belajar dulu S2 baru kemudian melanjutkan S3. Jadi, punya S2 double (koq nggak dibagi-2 ke guwe :()

3. Ada industri riset and development (R&D) di Malaysia, yang cukup high tech. Sebut saja Motorola dan Nokia di Pinang. Di indonesia belum ada industri R&D model begitu.

*Ada kepercayaan industri Motorola (USA) dan Nokia (Swedia) untuk membuat R&D di Malysia. R&D itu banyak bergantung kepada riset, riset itu bergantung kepada kemampuan sarjana-2 lulusan lokal. Riset tidak banyak memerlukan buruh-2 :(

4. Bahasa pengantar mereka di kampus bahasa Inggris atau Melayu. Ujian soal-2 nya bisa dalam bahasa Inggris, dan terserah kepada murid untuk menjawab dalam bahasa Inggris atau Melayu. Buku-2 panduan juga dalam bahasa Inggris, kecuali buku-2 yang ditulis oleh orang-2 lokal Malaysia.

*Sarjana-2 Msia menguasai 2 bahasa. Bahasa Inggris (paling tidak pasif) untuk memahami buku-2 asing. Ini sangat memudahkan dalam transfer iptek. Coba dibayangkan, kalau buku tentang komputer / software diterjemahkan oleh penterjemah yang tidak banyak tahu tentang komputer.

5. Tulisan-2 di jurnal international dari kawan-2 Malaysia, cukup banyak juga.

6. Akreditasi dari institusi terkait, mereka berpacu ke Inggris.

Jiggysaw
April 02, 2003, 13:16
Sayang.. kenapa Indonesia ngga bisa begitu ya?..

Ini aja di kampus gwe, universitas yg tercantum/ direkomendasikan untuk mahasiswa/i yg mau "study abroad" ke indonesia cuman ada 2 pilihan.. UI sama ITB.. dah itu tok..

Rotor_69
April 03, 2003, 06:40
kenapa departemen pendidikan indonesia tidak mendatangkan ahli-ahli pendidikan dari negara tetangga ato negara maju lainnya??? supaya dengan adanya tenaga ahli di bidangnya itu berkembang dengan seiring membaiknya ekonomi di indonesia ini.

w0rm5
April 03, 2003, 13:59
menurut gue, masalah yang dihadapi univ di indo itu masalahnya 1 dan dasar sekali...Dana. pemerintah mengurangi pasokan subsidi bisa dijadikan alasan...ya hasilnya adalah universitas dijadikan BHMN....sedangkan kebanyakan univ negeri masih bisa dibilang kurang mampu untuk menerima status ini....
tapi ndak tau lah.....

malaikatbaru
April 04, 2003, 01:13
kita udah dijajah belanda 350 tahun..kenapa belanda gak bantu pendidikan kita ya..spt inggris bantu malaysia. ngasih beasiswa yg banyak kek..sekarang malah Australia yg paling banyak ngasih beasiswa..padahal secara politik lagi gak akur.

Saffran
April 04, 2003, 04:55
Unpar rangkingnya terus naek tuh :bravo:

Don Fabio
April 04, 2003, 07:39
Originally posted by mikebenjamin
Unpar rangkingnya terus naek tuh :bravo:

Unpar :bravo:nya di jurusan arsitek doank kan??

AlfaOmega
April 07, 2003, 09:18
Originally posted by malaikatbaru
kita udah dijajah belanda 350 tahun..kenapa belanda gak bantu pendidikan kita ya..spt inggris bantu malaysia. ngasih beasiswa yg banyak kek..sekarang malah Australia yg paling banyak ngasih beasiswa..padahal secara politik lagi gak akur.
1. Inggris tidak membantu malaysia koq. Karya siswa malaysia dikirim ke Inggris atas biaya dari pemerintah malaysia sendiri. Bukan beasiswa Inggris. Dan juga, pemerintah malaysia tidak menggunakan uang hutang dari World Bank / IMF.
2. Australia ngasih beasiswa ke kita, karena ada udang dibalik batu. Banyak beasiswa diberikan untuk indonesia, terutama untuk Indonesia Bagian Timur (IBT).

Hanya untuk diketahui saja
a. Australia banyak memiliki data tentang negara kita. Sehingga, calon-2 dubes yang mau ditugaskan ke Indonesia; mereke ke Aussie dulu untuk mengetahui tentang Indonesia.
b. Penerima Beasiswa-2 Aussie itu banyak yang melakukan penelitiannya di Indonesia; terutama wilayah Indonesia bagian Timur.

AlfaOmega
April 07, 2003, 09:19
Sorry, ada yang ketinggalan


The dangerous game (ada kemungkinan guwe salah):
c. Seandainya, Aussie punya data kekayaan alam kita dari satelit. Seandainya Aussie punya data tentang kondisi sosial psykologi dll dari masyarakat IBT berdasarkan hasil penelitian mahasiswa-2 IBT yang belajar di Aussie.
d. In the future (10+ tahun prospective), sebagian besar masyarakat IBT (paling tidak pemegang posisi IBT yang lulusan Aussie) ada keterikatan batin dengan Aussie (dikarenakan pernah nerima beasiswa dari Aussie).
e. Apakah susahnya untuk memisahkan IBT dari Indonesia untuk menjadi negara berdaulat sendiri (semacam east timor) atau pula menjadikan IBT bagian dari Australia (it is less likely).

w0rm5
April 07, 2003, 11:27
yaa kemungkinan terburuknya mungkin seperti yang dikau bilang alfa....mudah mudahan tidak....mengerikan sekali bila hal itu terjadi..

AlfaOmega
April 09, 2003, 10:13
Originally posted by w0rm5
yaa kemungkinan terburuknya mungkin seperti yang dikau bilang alfa....mudah mudahan tidak....mengerikan sekali bila hal itu terjadi..
Iya semoga tidak terjadi.
tetapi, sudah umum kalo ada pejabat / diplomat mau ditugaskan ke indonesia, dia mempelajari dan mengenali indonesia dulu dengan pergi ke Aussie.

w0rm5
April 14, 2003, 12:51
wuih...mengenal indonesia dengan pergi ke aussie! what the....kok bisa gitu...sebegitu besarnyakah informasi di aussie tentang indonesia?....cih....

AlfaOmega
April 15, 2003, 10:11
Originally posted by w0rm5
wuih...mengenal indonesia dengan pergi ke aussie! what the....kok bisa gitu...sebegitu besarnyakah informasi di aussie tentang indonesia?....cih....
Iya koq, emank begitu.
Sewaktu guwe isenk-2 ke KBRI dan ngobrol-2 dgn Atase Dikbud, dia bilang begitu. Guwe awalnya sich kaget banget.
Tapi, emank kenyataannya begitu, mau gimana lagi :toktok:

Yang jelas, Aussie punya data-2 tertulis cukup lengkap tentang Indonesia.

ruf-ruf
April 19, 2003, 16:53
Apakah Indonesia akan menjad negara yang miskin informasi, bahkan tentang isi negaranya sendiri?
Apakah ini dikarenakan oleh pemerintah kita?
Ataukah masyarakatnya yang kurang lahap akan informasi baru?

AlfaOmega
April 22, 2003, 09:22
Originally posted by ruf-ruf
Apakah Indonesia akan menjad negara yang miskin informasi, bahkan tentang isi negaranya sendiri?
Apakah ini dikarenakan oleh pemerintah kita?
Ataukah masyarakatnya yang kurang lahap akan informasi baru?
Ya....
Khan ada pepatah:

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGENAL DIRINYA SENDIRI

DaRk_MisT
April 22, 2003, 11:24
Jangan lupain juga faktor students-nya. Kita tau kan kalo rata-rata murid di Ina itu "males". Sorri banget gua bilang gini tapi itu emang kenyataan dan gua rasa negara laen udah banyak ngeliat sifat "males" ini dan itu juga salah satu hal yang mereka pertimbangkan untuk menjudge pendidikan di suatu negara baik atau tidak.

AlfaOmega
April 23, 2003, 08:05
Originally posted by DaRk_MisT
Jangan lupain juga faktor students-nya. Kita tau kan kalo rata-rata murid di Ina itu "males". Sorri banget gua bilang gini tapi itu emang kenyataan dan gua rasa negara laen udah banyak ngeliat sifat "males" ini dan itu juga salah satu hal yang mereka pertimbangkan untuk menjudge pendidikan di suatu negara baik atau tidak.
Student yang malas itu selalu ada koq. Student rajin juga banyak.
Pihak universitas, bisa membuat suatu kurikulum / silabus sehingga menjadikan lulusan yang terampil.
Coba lu bayangkan kalau lu kuliah teknik sipil S1. Terus lu diajarin nggambar pakai cad. Perhitungan harga material. tapi, lu nggak pernah nyentuh apa itu lapangan : buat building dll.
Belajar di lapangan itu, menurut guwe, lebih tidak membosankan.